Nama / NPM : Muhamad Triwibowo / 34412832
Kelas : 3ID04
Dosen : Yahya Zulkarnain
Perkembangan penduduk merupakan dinamika kemasyarakatan yang merupakan
suatu kekuatan yang menambah dan mengurangi jumlah penduduk. Perkembangan
lingkungan pemukiman di daerah perkotaan tidak terlepas dari pesatnya laju perkembangan
penduduk perkotaan. Dampak negatif urbanisasi yang telah berlangsung selama ini
disebabkan oleh tidak seimbangnya peluang untuk mencari nafkah di daerah
pedesaan dan perkotaan, sehingga memunculkan adanya tarik menarik bagi
masyarakat pedesaan, sementara latar belakang kemampuan para pendatang sangat
marjinal (http://repository.usu.ac.id).
Perkembangan lingkungan pemukiman di daerah perkotaan tidak terlepas dari
pesatnya laju perkembangan penduduk perkotaan. Dari gambaran tersebut terlihat
bahwa dengan adanya perkembangan penduduk, akan berakibat pada peningkatan
kebutuhan rumah tinggal. Di perkotaan Indonesia terjadi penurunan kualitas
lingkungan pemukiman yang signifikan. Penurunan kualitas ini turut disumbang
oleh belum memadainya pelayanan di lingkungan pemukiman. Akibatnya, banyak
kawasan perumahan dan pemukiman yang telah melebihi daya tampung dan daya
dukung lingkungan, ditandai dengan meningkatnya lingkungan kumuh (http://repository.usu.ac.id/).
Semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka kepentingan akan penggunaan
lahan di wilayah ini akan semakin beragam. Keberagaman kepentingan bisa jadi
akan menyebabkan terjadinya tumpang tindih maupun kesemrawutan dalam
penggunaannya. Apabila hal ini tidak cukup mendapat perhatian di dalam usaha
perencanaan maupun pengelolaannya akan menambah tekanan terhadap lingkungan.
Tekanan lingkungan yang melewati batas toleransi akan berdampak pada kerusakan lingkungan
dan pada gilirannya akan berdampak kepada manusia dan makhluk hidup yang ada di
dalamnya (http://repository.usu.ac.id/).
A. Perkembangan
penduduk
Perkembangan penduduk adalah
perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam
jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk
pengukuran. Sebutan perkembangan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi
selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk
sebutan demografi nilai perkembangan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada
perkembangan penduduk dunia (haryantoisman.wordpress.com).
Menurut
MKDU Ilmu Sosial Dasar Perkembangan penduduk merupakan salah satu faktor yang
penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada
khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk
juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara
maupun dunia (haryantoisman.wordpress.com).
B. Faktor-faktor Perkembangan
penduduk
Angka perkembangan penduduk adalah tingkat pertambahan penduduk suatu
wilayah atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu, dinyatakan dalam
persentase. Pertambahan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik
pertambahan maupun penurunannya yang disebabkan oleh beberapa faktor-faktor
dibawah ini (haryantoisman.wordpress.com)
:
- Kematian
Kematian apabila kematian bertambah maka angka kependudukan pun akan berkurang akan tetapi bila angka kematian menurun maka akan menambah juga kependudukan dikarenakan angka kelahiran menlonjak drastis. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti moralitas). - Kelahiran
Kelahiran apabila kelahiran bisa cepat dikarenakan tekhnologi kesehatan
kelahiran bisa cepat dikarenakan tekhnologi kesehatan maka otomatis kenaikan
penduduk pun bisa melonjak drastis karena bertumbuhnya angka kelahiran.
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro
natalitas).
a. Faktor-faktor mendukung kelahiran (pro natalitas)
Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila
terlambat kawin keluarga akan malu. Anak dianggap sebagai sumber tenaga
keluarga untuk membantu orang tua. Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
Anak menjadi kebangaan bagi orang tua.
b. Faktor-faktor menghambat kelahiran (anti natalitas)
Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan
pembatasan jumlah anak. Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita
minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun. Anggapan
anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adanya
pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan
hanya sampai anak ke – 2. Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan
memperoleh pekerjaan.
3.
Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja. Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu:
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja. Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu:
a. Persediaan sumber daya alam
b. Lingkungan sosial budaya
c. Potensi ekonomi
d. Alat masa depan
C. Angka
Kelahiran
Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan bayi yang lahir dari setiap
1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi tiga
kriteria, yaitu:
- Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun.
- Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20-30 per tahun.
- Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun.