Kamis, 26 Maret 2015

Ekologi dan Ilmu Lingkungan serta Asas-asas Pengetahuan Lingkungan



Nama          : Muhamad Triwibowo
Kelas           : 3ID04
NPM           : 34412832
A.   Ekologi dan Ilmu Lingkungan
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi (Peursen, 2008).
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat (Peursen, 2008)
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar. Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang (Kusuma, 2009).
Pengertian dari Ilmu Lingkungan dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti menurut Iowa State University yang menyatakan bahwa:

Environmental science is an interdisciplinary academic field that integrates physical and biological sciences, (including but not limited to Ecology, Physics, Chemistry, Biology, Soil Science, Geology, Atmospheric Science and Geography) to the study of the environment, and the solution of environmental problems. Environmental science provides an integrated, quantitative, and interdisciplinary approach to the study of environmental systems (Anonim, 2011)

Ilmu lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Menurut Soerjani, dkk (2006), ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi (manusia) yang dilandasi dengan kosmologi (tatanan alam) yang mempunyai paradigma sebagai ilmu pengetahuan murni. Hakikat ilmu pengetahuan pada dasarnya berkembang untuk mendasari, mewarnai serta sebagai pedoman kearifan sikap dan perilaku manusia.
Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya. Ilmu lingkungan merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu  yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah yang menyangkut hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu lingkungan merupakan penjabaran atau terapan dari ekologi.
Ekologi (dalam bahasa Yunani: οἶκος, "rumah"; dan -λογία, "ilmu tentang") merupakan suatu studi ilmiah dari hubungan antara organism hidup dengan organism lainnya dan dengan lingkungan alam. Hal-hal yang dibahas atau menjadi kajian dari Ekologist (ahli ekologi) yaitu komposisi, distribusi, jumlah (biomassa), jumlah dan perubahan keadaan dari organism dengan ekosistemnya. Ekosistem merupakan sistem yang hierarki (bertingkat) yang mengatur tingkatan interaksi secara regular dan bagian semi-independen (contohnya: spesies) yang menuju pada tingkata yang paling tinggi termasuk keseluruhan interaksi yang kompleks (masyarakat). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya (Anonim, 2005).
Ekologi merupakan cabang ilmu dari biologi yang mempelajari tentang kehidupan. Kata “ekologi” (Ökologie) pertama kali digunakan pada tahun 1866 oleh Ernst Haeckel seorang Ilmuwan berkebangsaan Jerman. Para filsuf kuno dari Yunani (Hippocrates dan Aristoteles) telah melakukan pencatatan dan observasi pertama kali pada sejarah alamiah dari tumbuhan dan hewan. Ekologi tidak sama (sinonim) dengan lingkungan, paham lingkungan, sejarah alam atau Ilmu lingkungan. Ekologi lebih dekat berhubungan dengan fisiologi, biologi evolusi, genetic dan etologi. Seorang ahli ekologi berusaha untuk menjelaskan tentang (de Groot et al, 2002):
1.      Proses kehidupan dan adaptasi
2.      Distribusi dan kelimpahan organisme
3.      Perpindahan material dan energy pada komunitas hidup
4.      Suksesi perkembangan dari ekosistem
5.      Kelimpahan dan distribusi dari keanekaragaman hayati pada konteks lingkungan
Ekologi merupakan ilmu manusia. Ada banyak aplikasi dari ekologi seperti biologi konservasi, managemen lahan basah, managemen sumber daya alam (pertanian, kehutanan dan perikanan), perencanaan kota (urban ekologi), kesehatan masyarakat, ekonomi, ilmu dasar dan terapan dan interaksi sosial manusia (ekologi manusia) (Aguirre, 2009)
(http://oksfriani82.blogspot.com/2012/10/perbedaan-ekologi-dan-ilmu-lingkungan.html)

B.   Asas-asas Pengetahuan Lingkungan
Asas di dalam suatu ilmu yang sudah berkembang digunakan sebagai landasan yang kokoh dan kuat untuk mendapatkan hasil, teori dan model seperti pada ilmu lingkungan. Untuk menyajikan asas  dasar ini dilakukan dengan mengemukakan kerangka teorinya terlebih dahulu, kemudian setelah dipahami pola dan organisasi pemikirannya baru dikemukakan fakta-fakta yang mendukung dan didukung, sehingga asas-asas disini sebenarnya merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain (sesuai dengan urutan logikanya).

(http://ayuputriyulianty.blogspot.com/2011/12/azas-azas-pengetahuan-lingkungan.html)