Minggu, 15 Mei 2016

OPINI ATAU PENDAPAT

  1. Apa sebenarnya kepakaran dari seorang sarjana teknik industri ?
Jawab:
Kepakaran yang dimiliki seorang sarjana teknik industri adalah mampu membuat perencanaan, oprasional, mengontrol dan mengoptimalkan proses dalam segala sistem terutama sistem produksi. Kepakaran selanjutnya dari seorang teknik industri adalah mampu memecahkan permasalah yang terkait dalam pekerjaan. Seorang sarjana teknik industri juga mampu menentukan suatu analisis kelayakan pabrik dan seorang sarjana teknik industri juga mampu melihat peluang yang baik dimasa mendatang.
  1. Tuliskan karakter-karakter tidak ber-etika dalam kehidupan sehari-hari ( beri 5 contoh dan analisis)
Jawab:
  • Karakter angkuh, merupakan karakter yang mencerminkan seseorang yang tidak peduli dengan orang lain yang ada disekitarnya.
  • Karakter egois, merupakan karakter yang mencerminkan seseorang lebih mementingkan dirinya sendiri dan tidak mau dengan apa pendapat orang lain.
  • Karakter pembohong, merupakan karakter yang mencerminkan bahwa orang tersebut tidak dapat menepati janji yang telah dia katakan.
  • Karakter menggunjing orang lain, merupakan karakter yang mencerminkan seseorang yang suka membicarakan keburukan orang lain, namun belum tentu yang dia bicarakan benar apa adanya.
  • Karakter pemarah, merupakan karakter yang mecerminkan tempramen seseorang
  1. Tuliskan aktivitas tidak ber-etika professional dalam bekerja (beri 5 contoh dan analisis)
Jawab:
  • Tidak menghargai waktu merupakan pekerja yang beretika profesional akan menghargai waktu kerja yang diberikan perusahaan. Salah satu contoh tindakan tidak beretika profesional dalam bekerja yaitu memperpanjang jam istirahat diluar waktu yang ditentukan sehingga dapat mengurangi waktu bekerja.
  • Melakukan KKN (korupsi kolusi nepotisme) merupakan tindakan yang dapat merugikan masyarakat, perusahaan bahkan negara. Contoh dari tindakan KKN antara lain melebihkan anggaran pembelian bahan baku untuk keperluan pribadi, menyuap atasan agar diikutsertakan dalam promosi kenaikan jabatan, mempekerjakan seorang yang memiliki hubungan pribadi tanpa syarat atau ketentuan yang ada, dll.
  • Mengambil atau mencuri barang perusahaan
Karyawan atau pekerja biasanya sering menganggap sepeleh kegiatan yang sering dilakukan seperti membawa pulang barang reject yang dihasilkan perusahaan. Hal ini sangat merugikan perusahaan karena barang reject saja dicuri apalagi barang yang tidak reject sehingga kegiatan seperti ini sangat dilarang oleh perusahaan
  • Memberikan keterangan palsu saat ingin izin cuti
Seorang yang professional dalam bekerja tidak akan melakukan hal tersebut karena hal tersebut sama saja membohongi dan merugikan dirinya sendiri.
  • Melupakan tanggung jawab kerja dengan bermain game atau tidur saat jam kerja, aktifitas yang sangat tidak disukai pimpinan karena menghambat kinerja kerja sehingga tidak produktif.
  1. Berikan contoh profesi yang sesuai untuk sarjana teknik industri, serta jelaskan jobdesknya?
Jawab:
Profesi yang sesuai untuk sarjana teknik industri adalah menjadi seorang manajer produksi, yang dapat mengatur jalananya proses produksi. Manajer qc yang mengatur kualitas produk agar tidak terjadi kecacatan pada prodduk yang dihasilkan.

Sabtu, 30 April 2016

SARJANA TEKNIK INDUSTRI; KUALITAS, TANTANGAN, DAN PROSPEKNYA DALAM ERA PERDAGANGAN BEBAS


             Industri Indonesia, termasuk dunia perdagangannya selama ini sudah mengalami perubahan suasana dari tahun ke tahun mulai dari awal tahun 1960-an sampai pada masuk ke dalam zaman Orde Baru sudah dibebaskan lalu lintas perdagangan untuk ekspor-impor yang disertai dengan pembebasan lalu lintas devisa dan kebijaksanaan swasembada selama periode 1969-1984. Dunia usaha memang merasakan sebagai perubahan yang terus menerus, dengan disertai kekhawatiran bahwa peraturan selalu berubah sehingga mereka kerap kali mengambil sikap menunggu. Pada tahun 1984-1987 yang oleh penulis sering kali dijuluki sebagai periode konsolidasi sistem nasional, yang dalam kurva pertumbuhan ekonomi Indonsia diperlihatkan dengan adanya suatu plateau, telah diadakan berbagai deregulasi, de-etatisasi, de-birokratisasi, dan de-regulasi, mempersiapkan sistem nasional untuk bisa dengan tangguh memasuki era orientasi pasar internasional (globalisasi).
            Persaingan dalam negeri yang selama ini berlangsung merupakan kombinasi dari ketiga dasar bentuk struktur pasar yaitu persaingan sempurna, persaingan tak sempurna, dan oligopoli-monopoli. Mereka yang besar mungkin terbiasa dengan bentuk persaingan tak sempurna, oligopoli, dimana mereka hanya menghadapi beberapa pesaing saja, dan bila mereka bersepakat maka mereka bisa mempunyai pengaruh besar kepada suasana pasarnya, seperti penentuan harga, kuota, dll. Ada pula yang sudah terbiasa dengan bentuk monopoli, seperti pos dan giro, telekomunikasi, dan beberapa perusahaan yang didukung oleh birokrasi pemerintahan. Kondisi industri Indonesia saat ini sangat beraneka ragam. Ada yang sudah terbiasa dibuai oleh proteksi yang berlebihan dari pemerintah, sehingga mereka memang tidak memiliki daya saing yang tangguh. Dan kondisi demikian berbahaya sekali untuk masa depan dengan perdagangan bebas antar negara sebagaimana disepakati dalam GATT (General Agreement on Trade and Tariffs), GATS (General Agreement on Trade in Services), dan WTO (World Trade Organization). Lalu di lingkungan terdekat ASEAN akan berlaku AFTA (Asean Free Trade Area), dan di lingkungan yang lebih luas ada APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) yang juga mengacu kepada semangat GATT, GATS, dan WTO. Maka persaingan di dalam negeri akan merupakan persaingan internasional, karena perusahaan dari negara manapun akan bisa masuk ke negara manapun tanpa dihalangi oleh halangan tarif maupun non-tarif. Tingkat bea masuk akan diturunkan ke bawah lima persen, bahkan juga akan dihapuskan.
 PERAN 
Misi dan peran disiplin Teknik Industri pada hakekatnya bisa dikelompokkan kedalam tiga topik yang selanjutnya bisa dipakai sebagai landasan utama pengembangan disiplin ini; yaitu:

 Pertama, berkaitan erat dengan permasalahan-permasalahan yang menyangkut dinamika aliran material yang terjadi di lantai produksi. Disini akan menekankan pada prinsip-prinsip yang terjadi pada saat proses transformasi --- seringkali juga disebut sebagai proses nilai tambah --- dan aliran material yang berlangsung dalam sistem produksi yang terus berkelanjutan sampai meningkat ke persoalan aliran distribusi dari produk akhir (output) menuju ke konsumen.

Topik kedua berkaitan dengan dinamika aliran informasi. Persoalan pokok yang ditelaah dalam hal ini menyangkut aliran informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan manajemen khususnya dalam skala operasional. Hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan produksi agregat, pengendalian kualitas, dan berbagai macam problem manajemen produksi/operasional akan merupakan kajian pokoknya.

Selanjutnya topik ketiga cenderung membawa disiplin Teknik Industri ini untuk bergerak kearah persoalan-persoalan yang bersifat makro-strategis. Persoalan yang dihadapi sudah tidak lagi bersangkut-paut dengan persoalan-persoalan yang timbul di lini aktivitas produksi ataupun manajemen produksi melainkan terus melebar ke persoalan sistem produksi/industri dan sistem lingkungan yang berpengaruh signifikan terhadap industri itu sendiri. Topik ketiga ini cenderung membawa disiplin teknik industri untuk menjauhi persoalan- persoalan teknis (deterministik-fisik-kuantitatif) yang umum dijumpai di lini produksi (topik pertama) dan lebih banyak bergelut dengan persoalan non-teknis (stokastik-abstraktif-kualitatif).

Seorang professional Teknik Industri bisa diharapkan sebagai “problem solver” untuk membuat sistem produksi bisa dioperasikan dan dikendalikan secara lebih efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Untuk itu eliminasi berbagai hal yang bersifat kontra-produktif seperti pemborosan waktu, uang, material, enersi dan komoditas lainnya merupakan fokus utama yang harus dikerjakan.

Untuk mengantisipasi problematika industri yang semakin luas dan kompleks, maka disiplin Teknik Industri telah menunjukkan banyak perubahan maupun penyesuaian dengan arah perkembangan yang ada. Adanya kehendak untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan disisi lain harus diikuti pula dengan keinginan untuk menekan biaya produksi (costs reduction program) serta waktu penyampaian barang (time delivery) secara tepat waktu merupakan langkah-langkah strategis yang harus dipikirkan oleh profesi Teknik Industri agar bisa meningkatkan daya saing perusahaan.

Selain itu ruang lingkup pasar tidak lagi harus bersaing di tingkat lokal (nasional) melainkan mengarah ke tingkat persaingan pasar global. Perubahan tantangan yang dihadapi oleh dunia industri jelas sekali juga akan membawa perubahan pada fungsi dan peran yang harus bisa dimainkan oleh disiplin Teknik Industri (Istiyanto, 1987). Jika pada awalnya profesi Teknik Industri secara tradisional mengurusi persoalan-persoalan di tingkat pengendalian operasional (manajemen produksi) seperti perancangan-perancangan tata-letak mesin, tata-cara kerja, sistem manusia-mesin (ergonomi) dan penetapan standard-standard kerja; maka dalam beberapa dekade terakhir ini profesi Teknik Industri lebih banyak dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perencanaan strategis dan pengambilan keputusan pada tingkat manajemen puncak.

Persoalan yang dihadapi oleh profesi Teknik Industri tidak lagi dibatasi dalam skala kecil (mikro) melainkan berkembang ke skala besar (makro). Sebagai contoh kalau awalnya studi pengukuran kerja lebih difokuskan ke skala stasiun kerja sekedar mendapatkan standard-standard (waktu, output ataupun upah) kerja untuk merealisasikan konsep “the fair day’s pay for the fair day’s work”; maka peran profesi Teknik Industri modern belakangan ini banyak diperlukan untuk melakukan pengukuran produktivitas dan kinerja makro organisasi-perusahaan guna menilai sehat tidak-nya kondisi industri tersebut.

ETIKA DAN PROFESI DALAM BIDANG TEKNIK INDUSTRI

PENGERTIAN ETIKA PROFESI
Sedangkan pengertian Etika Profesi adalah suatu tindakan refleksi atau self controldalam pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan sosial atau sendiri dalam suatu bidang keahlian tertentu. Etika profesi sangat penting dalam bidang keteknikan dikarenakan suatu profesi harus mempunyai tanggung jawab, keadilan, dan otonomi. Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasil, serta terhadap dampak dari profesi tersebut untuk kehidupan orang lain. Keadilan disini menuntut suatu profesi memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Otonomi dalam etika profesi dimaksudkan agar setiap profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya. Apabila profesi keteknikan dilakukan tanpa etika maka akan berakibat fatal terhadap intuisinya, orang-orang yang bekerja dalam suatu intuisi tersebut, masyarakat luas, serta akan berakibat fatal terhadap lingkungan. Profesi dalam bidang keteknikan harus dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap pengabdian kepada masyarakat (http://furuhitho.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/31549/ETIKA+PROFESI+teknik+industri+2.pdf.)
PERANAN ETIKA PROFESI DALAM BIDANG TEKNIK INDUSTRI
Etika menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat yang tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Berikut ini adalah salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh suatu organisasi yaitu tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri.
Seorang Sarjana Teknik Industri sendiri memiliki kode etik sendiri untuk lebih memahami lagi dan sadar akan tanggung jawab sebagai seorang Sarjana Teknik Industri maupun sebagai seorang warga negara yang mampu membawa perubahan dan memiliki kualitas dalam bidangnya masing-masing di dalam dunia Industrialisasi di Indonesia. Kode Etik Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri ini sendiri diselaraskan dengan dasar negara kita yaitu “PANCASILA” atau “Lima Sila”. Kode etik profesi ini yang nantinya harus menjadi pegangan dengan penuh keyakinan bahwa penyimpangan darinya merupakan pencemaran kehormatan dan martabat Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia.
PASAL 1:
Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala kemampuan dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab.
PASAL 2:
Dalam melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin dan pengetahuan lain, Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Indutstri akan senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan mereka, dan akan selalu mendayagunakan disiplin Teknik Indutri dan Manajemen Industri akan dapat lebih dioptimalkan dalam upaya mencapai hasil terbaik.
PASAL 3:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bertanggung jawab atas pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.
PASAL 4:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dan di dalam melaksanakan tugasnya tidak akan melakukan perbuatan tidak jujur, mencemarkan atau merugikan sesama rekan sekerja.
PASAL 5:
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu bersikap dan bertindak bijaksana terhadap sesama rekannya dan terutama kepada rekan mudanya; selalu mengusahakan kemajuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan, bagi dirinya pribadi, bagi masyarakat maupun bagi pengebangan Teknik Industri dan Manajemen Industri di Indonesia (http://istmi.or.id).
SUMBER: