Pengkajian
Pancasila secara filosofis dimaksudkan untuk mencapai hakikat atau makna
terdalam dari sila-sila Pancasila. Dengan analisis makna sila-sila diharapkan
akan diperoleh makna yang akurat dan mempunyai nilai filosofis. Metode yang
dipergunakan untuk menganalis adalah metode interpretasi (hermeneutika)
terhadap masing-masing sila Pancasila.
- Arti dan Makna sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Manusia
sebagai makhluk yang ada di dunia ini seperti halnya makhluk lain diciptakan
oleh penciptanya. Pencipta itu adalah Causa Prima yang mempunyai hubungan
dengan yang diciptakannya. Manusia sebagai makhluk yang dicipta wajib
menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Dalam konteks bernegara,
maka dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila, dengan sendirinya dijamin
kebebasan memeluk agama masing-masing. Dengan payung Ketuhanan Yang Maha Esa
itu maka bangsa Indonesia mempunyai satu asas yang dipegang teguh yaitu bebas
untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama masing-masing. Sehubungan
dengan agama itu perintah dari Tuhan dan merupakan sesuatu yang harus
dilaksanakan oleh manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, maka
untuk menjamin kebebasan tersebut di dalam alam pancasila seperti kita alami
sekarang ini tidak ada pemaksaan beragama, atau orang dapatmemeluk agama dalam
suasana yang bebas, yang mandiri. Oleh karena itu dalam masyarakat Pancasila
dengan sendirinya agama dijamin berkembang dan tumbuh subur dan konsekuensinya
diwajibkan adanya toleransi beragama.
Jika
ditilik secara historis, memang pemahaman kekuatan yang ada di luar diri
manusia dan di luar alam yang ada ini atau adanya sesuatu yang bersifat
adikodrati (di atas/di luar yang kodrat) dan yang transenden (yang mengatasi
segala sesuatu) sudah dipahami oleh bangsa Indonesia sejak dahulu. Sejak zaman
nenek moyang sudah dikenal paham animisme, dinamisme, sampai paham politheisme.
Kekuatan ini terus saja berkembang di dunia sampai masuknya agama-agama Hindu,
Budha, Islam, Nasrani ke Indonesia, sehingga kesadaran akan monotheisme di
masyarakat Indonesia semakin kuat. Oleh karena itu tepatlah jika rumusan sila
pertama pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.
- Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Manusia
ditempatkan sesuai dengan harkatnya. Hal ini berarti bahwa manusia mempunyai
derajat yang sama di hadapan hukum. Sejalan dengan sifat universal bahwa
kemanusiaan itu dimiliki oleh semua bangsa, maka hal itu pun juga kita terapkan
dalam kehidupan bangsa Indonesia. Sesuai dengan hal itu, hak kebebasan dan
kemerdekaan dijunjung tinggi. Dengan adanya prinsip menjunjung tinggi hak
kemerdekaan itu, dengan sendirinya jika dalam masyarakat ada kelompok ras,
tidak boleh lalu bersifat eksklusif atau menyendiri satu sama lain. Di dunia
Barat terdapat kehidupan yang diwarnai dengan eksklusifisme. Misalnya, di
Afrika Selatan, Amerika Serikat, yang mengklaim sebagai negara yang menjunjung
tinggi HAM pun, dalam praktek kehidupannya masih dihinggapi rasa perbedaan ras
antara kulit putih dan kulit hitam. Di Indonesia dasar hidup masyarakatnya
persatuan dan kesatuan yang jika dihubungkan dengan prinsip kemanusiaan itu,
maka rasionalisme tidak boleh ada. Oleh karena itu di Indonesia diharapkan
selalu tumbuh dan berkembang kebahagiaan lahir dan batin.
Mewujudkan
keadilan dan peradaban yang tidak lemah berarti diusahakan perwujudannya secara
positif. Jika ada hal yang menyimpang dari norma-norma dan nilai-nilai yang
berlaku, harus dilakukan tindakan yang setimpal.
Dari uraian di
atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Prinsip kemanusiaan adalah nilai-nilai yang sudah terpelihara dalam masyarakat Indonesia sejak dulu.
- Nilai-nilai itu dierkuat dengan datangnya agama besar di Indonesia yang kemudian dianut oleh bangsa Indonesia.
- Bahwa suasana demikian itu menumbuhkan suasana keakraban (senasib sepenanggungan), walaupun pada masa reformasi tampak bahwa semangat ini mulai kendor, karena fenomena disintegrasi yang menampilkan konflik yang disertai dengan tindakan anarkhis, kekerasan, pengadilan massa yang justru merepresentasikan tindakan yang merendahkan kemartabatan manusia.
- Landasan kehidupan masyarakat Indonesia beranjak dari senasib dan sepenanggungan dan kemanusiaan dalam arti luas. Persaudaraan dalam arti luas dan meneruskan kebiasaan seia sekata semufakat.
- Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia
Makna
persatuan hakikatnya adalah satu, yang artinya bulat tidak terpecah. Jika
persatuan Indonesia dikaitkan dengan pengertian modern sekarang ini, maka
disebut nasionalisme. Nasionalisme adalah perasaan satu sebagai suatu bangsa,
satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat. Oleh karena rasa satu yang
demikian kuatnya, maka dari padanya timbul rasa cinta bangsa dan tanah air.
Akan tetapi perlu diketahui bahwa rasa cinta bangsa dan tanah air yang kita
miliki di Indonesia bukan yang menjurus kepada chauvinisme, yaitu rasa yang
mengagungkan bangga sendiri, dengan merendahkan bangsa lain. Jika hal ini
terjadi, maka bertentangan dengan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan
beradab. Walaupun ditulis cinta bangsa dan tanah air, tidak dimaksudkan untuk
chauvinisme. Dengan demikian jelaslah bahwa konsekuensi lebih lanjut dari kedua
hal tadi adalah menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, yang pada ahkir-akhir
ini justru menunjukkan gejala disintegrasi bangsa. Hal ini sejalan dengan
pengertian persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, hal-hal yang sifatnya tidak
sejalan dengan persatuan dan kesatuan, misalnya penonjolan kekuasaan,
penonjolan keturunan, harus diusahakan agar tidak terwujud sebagai suatu
prinsip dalam masyarakat Indonesia.
Perlu
diketahui bahwa ikatan kekeluargaan, kebersamaan di Indoneseia sejak dulu
sampai sekarang lebih dihormati dari pada kepentingan pribadi. Namun, tentunya
semangat ini bagi bangsa Indonesia mengalami dinamikanya sendiri. Kadang menjadi
kuat, tetapi pada suatu saat akan melemah. Pada saat ini justru nasionalisme
bangsa Indonesia, ditantang dan dalam kondisi yang agak rapuh, karena banyak
dari elemen bangsa yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan
daripada kepentingan bangsa dan negara. Misalnya, fenomena disintegrasi,
munculnya gejala primor-dialisme dan separatisme.
- Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Hakikat
sila ini adalah demokrasi. Demokrasi dalam arti umum, yaitu pemerintahan dari
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Permusyawaratan, artinya mengusahakan
putusan besama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama. Di
sini terjadi simpul yang penting yaitu mengusahakan putusan bersama secara
bulat. Dengan demikian berarti bahwa penentu demokrasi yang berdasarkan
Pancasila adalah kebulatan mufakat sebagai hasik kebijaksanaan. Oleh karena itu
kita ingin mencapai hasil yang sebaik-baiknya di dalam kehidupan bermasyarakat,
maka hasil kebijaksanaan itu harus merupakan suatu nilai yang ditempatkan lebih
dahulu.
Dalam
melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama. Dalam hal ini perlu
diingat bahwa keputusan bersama dilakukan secara bulat sehingga membawa konsekuensi
adanya kejujuran bersama. Perbedaan secara umum demokrasi di barat dan di
Indonesia yaitu terletak pada permusyawaratan. Permusyawaratan diusahakan agar
dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang diambil secara bulat. Di dunia
barat yang berlangsung yaitu keputusan berdasarkan pemungutan suara, yang
berdasar pada rumus-rumus separo ditambah satu. Dahulu, pemungutan suara tidak
menjadi kebiasaan bangsa Indonesia. Apabila pengambilan keputusan secata bulat
itu tidak bisa tercapai, baru diadakan pemungutan suara. Kebijaksanaan ini
merupakan suatu prinsip bahwa yang diputuskan itu memang bermanfaat bagi
kepentingan rakyat banyak. Jika demokrasi diartikan sebagai kekuatan, maka dari
pengamatan sejarah bahwa kekuatan itu memang di Indonesia berada pada tangan
rakyat atau masyarakat. Pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda saja, di
desa-desa kekuasaan ditentukan oleh kebulat-an kepentingan rakyat, misalnya
pemilihan kepala desa. Musyawarah yang ada di desa-desa merupakan satu lembaga
untuk menjalankan kehendak bersama. Bentuk musyawarah itu mentradisi dengan
bermacam-macam bentuk, misalnya pepatah Minangkabau yang mengatakan: “bulat air
karena pembuluh, bulat kata karena mufakat”, di Jawa dikenal dengan istilah
”rembug desa”.
- Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan
berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain. Jadi seorang
itu bertindak adil apabila orang memberikan sesuatu orang lain sesuai dengan
haknya, misalnya seseorang berhak memperoleh X, sedang ia menerima X, maka
perbuatan itu adil.
Kemakmuran
yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat. Dinamis dalam
arti diupayakan lebih tinggi dan lebih baik. Hal ini berarti peningkatan
kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik. Seluruh kekayaan alam tidak dikuasai
oleh sekelompok orang, tetapi harus untuk kesejahteraan semua orang,
kepentingan bersama menurut potensinya masing-masing. Dalam masyarakat ada
orang-orang yang berkedudukannya lemah, kemungkinan potensi, bakat tidak tinggi
dibanding dengan kelompok lain, maka mereka ini dilindungi, agar dapt bekerja
sesuai dengan bidangnya masing-masing. Jadi sesuatu yang diberikan kepada
orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, sesuai dengan potensinya itulah yang
disebut adil.
Nilai-nilai
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut ini adalah
bentuk-bentuk pengamalan dari setiap sila Pancasila yang dapat diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Percaya
dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2) Mengembangkan
sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan YME.
3) Membina
kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa.
- Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
1) Mengakui
dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa.
2) Mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa
membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jeniskelamin, kedudukan
sosial, warna kulit dan sebagainya.
3) Mengembangkan
sikap saling mencintai sesama manusia.
- Persatuan Indonesia
1) Sanggup
dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
2) Mengembangkan
rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
3) Mengembangkan
rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
1) Tidak
boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
2) Mengutamakan
musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
3) Musyawarah
untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
1) Mengembangkan
perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
2) Mengembangkan
sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban.
DAFTAR PUSTAKA
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/buku%20ajar%20Konsep%20Dasar%20PKn.pdf