M Tri Wibowo
34412832
1ID02
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Pengertian Kebudayaan - Budaya
atau kebudayaan* berasal dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi
atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia.
Dalam bahasa Inggris, /kebudayaan
disebut culture/, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah
atau mengerjakan. Bisa diartikan juga
sebagai mengolah tanah atau
bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam bahasa Indonesia.
Pengertian Budaya atau Kebudayaan
adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan
karya seni.
Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan
secara genetis. Ketika seseorang
berusaha berkomunikasi dengan
orang-orang yang berbeda budaya
dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu
dipelajari.
PENGERTIAN PERADABAN
Peradaban adalah
memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali
istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang
"kompleks": dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan
pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan
disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Istilah peradaban sering digunakan sebagai
persamaan yang lebih luas dari istilah "budaya" yang populer dalam
kalangan akademis. Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah
budaya, yang dapat diartikan sebagai "seni, adat istiadat, kebiasaan ...
kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang
merupakan sebuah cara hidup masyarakat". Namun, dalam definisi yang paling
banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks
untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain
oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan
budaya.
Dalam
sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adlah istilah
"peradaban" dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam
konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain
"ganas" atau "biadab" budaya, konsep dari
"peradaban" digunakan sebagai sinonim untuk "budaya (dan sering
moral) Keunggulan dari kelompok tertentu." Dalam artian
yang sama, peradaban dapat berarti "perbaikan pemikiran, tata krama, atau
rasa". Masyarakat yang mempraktikkan pertanian secara intensif; memiliki
pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk
kota-kota. "Peradaban" dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk
merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya
(peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya
bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan
kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari
tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor
tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.
Wujud-wujud
kebudayaan di Indonesia
Kebudayaan daerah tercermin dalam
berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap
daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Berikut ini beberapa
kebudayaan Indonesia berdasarkan jenisnya:
- Rumah Adat
- Tarian
- Lagu
- Musik
- Gambar
- Patung
- Sastra/tulisan
- Makanan
- Film
Unsur-unsur
kebudayaan
- Bahasa
- Sistem
Teknologi
- Sistem Mata
Pencaharian
- Organisasi
Pencaharian
- Sistem Pengetahuan
- Religi
- Kesenian
Hubungan antara
Manusia, masyarakat, dan kebudayaan
Dalam hal membahas
tentang hubungan antara manusia, masyarakat, dan kebuayaan ketiganya saling
berhubungan satu sama lain . Masyarakat adalah suatu organisasi manusia yang
saling berhubungan dengan kebudayaan. Mc Iver pakar sosiologi politik pernah
mengatakan:”Manusia adalah makhluk yang dijerat oleh jaring – jaring yang
dirajutnya sendiri”. Jaring – jaring itu adalah kebudayaan. Mc Iver ingin
mengatakan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang diciptakan oleh masyarakat
tetapi pada gilirannya merupakan suatu kekuatan yang mengatur bahkan memaksa
manusia untuk melakukan tindakan dengan “pola tertentu”. Kebudayaan bahkan bukan hanya merupakan
kekuatan dari luar diri manusia tetapi bisa tertanam dalam kepribadian individu
. Dengan demikian kebudayaan merupakan kekuatan pembentuk pola sikap dan
perilaku manusia dari luar dan dari dalam. Unsur paling sentral dalam suatu
kebudayaan adalah nilai – nilai yang merupakan suatu konsepsi tentang apa yang
benar atau salah (nilai moral), baik atau buruk (nilai etika) serta indah atau
jelek (nilai estetika). Dari sistem nilai inilah kemudian tumbuh norma yang
merupakan patokan atau rambu – rambu yang mengatur perilaku manusia di dalam
masyarakat.
Dari uraian tersebut
diatas jelas sekali bahwa kebudayaan merupakan unsur paling dasar (basic) dari
suatu masyarakat, sehingga sampai sekarang sebahagian sosiolog dan antropolog
masih menganut faham cultural determinism yaitu bahwa sikap, pola perilaku
manusia dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaannya. Lawrence Harrison dalam
bukunya “Culture Matters” menggambarkan bagaimana nilai – nilai budaya
mempengaruhi kemajuan maupun kemunduran manusia (Harrison, 2000). Samuel
Huntington memberi contoh bahwa pada tahun 1960-an Ghana dan Korea Selatan
memiliki kondisi ekonomi yang kurang lebih sama. Tiga puluh tahun kemudian
Korea telah menjadi Negara maju, tetapi Ghana hampir tidak mengalami kemajuan
apapun dan saat ini GNP perkapitanya hanya seperlimabelas Korea Selatan. Ini
disebabkan karena bangsa Korea (selatan)
memiliki nilai – nilai budaya tertentu seperti hemat, kerja keras, disiplin dan
sebagainya. Semua ini tidak dimiliki masyarakat Ghana.
Secara umum kebudayaan
dapat didefinisikan sebagai suatu sistem pengetahuan, gagasan, ide, yang
dimiliki oleh suatu kelompok manusia, yang berfungsi sebagai pengarah bagi
mereka yang menjadi warga kelompok itu dalam bersikap dan bertingkah laku.
Karena berfungsi sebagai pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku, maka pada
dasarnya kebudayaan mempunyai kekuatan untuk memaksa pendukungnya untuk
mematuhi segala pola acuan yang digariskan oleh kebudayaan itu. Dalam konteks
Negara, kebudayaan merupakan sebuah penentu penting bagi kemampuan suatu Negara
untuk makmur, oleh karena budaya membentuk pemikiran orang – orang mengenai
resiko, penghargaan dan kesempatan. Sementara itu disisi lain, pembangunan pada
dasarnya merupakan proses aktivitas yang bersifat kontinyu dan terencana yang
ditujukan untuk merubah dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi
kearah yang lebih baik dan wajar dari waktu ke waktu.
PENGARUH BUDAYA ASING BAGI BUDAYA
BANGSA INDONESIA
Kepulauan
Indonesia, pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat
perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan
internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan
sejarah kuno Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan
pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah
Indonesia.
Hal itu
terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran
antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga
terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing
ciri khas dari kebudayaan lama.
Pengaruh
Budaya Vietnam bagi budaya bangsa Indonesia pada Masyarakat Prasejarah
Indonesia
Masuknya
kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam
kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan
Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India.
Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di
daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan.
Masyarakat
Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa
Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM.
Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke
tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan
menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar),
Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu.
Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut:
1.
Jalur barat, dengan peninggalan berupa kapak persegi
2. Jalur
Timur, dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. Pada zaman
perunggu, kapak lonjong ditemukan di Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian
Jaya.
Pengaruh Agama Terhadap
Perkembangan Kebudayaan
Seiring dengan kemajuan teknologi hubungan kebudayaan
sangatlah tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi juga di pengaruhi
oleh faktor agama.
Afrika
Afrika utara lebuh bannyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.
Asia
Asia memiliki kebudayaan yang berragam, meskipun
begitu beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol
terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh budaya korea dan jepang.
Dalam bidang agama, agama budha bannyak mempengaruhi kebudayaan di Asia Timur.
Selain itu norma dan nilai agama Islam juga turut menpengaruhi kebudayaan
terutama di Asia Selatan.
Timur
Tengah dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur
Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi
oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang
berkembang di daerah ini.
Agama dan Kebudayaan itu adalah
dua hal yang sangat berbeda. Agama bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa,
sedangkan kebudayaan peraturan dari manusia. Jika kata agama dan
kebudayaan digabung , akan melahirkan agama kebudayaan dan kebudayaan agama.
Keduanya sangat berbeda.
Kebudayaan dan Agama keduannya
adalah suatu tata cara hidup sekelompok manusia yang menghasilkan kebiasaan,
kepercayaan, keyakinan, mental, ahklak, pedoman-pedoman, kejiwaan, ikatan,
adat, kekuatan spitittual dan sebagainnya.
Awalnya persebaran Islam di Indonesia
dilakukan bukan hanya oleh satu bangsa saja, melainkan oleh berbagai bangsa
yang berdagang di Indonesia: orang Arab sendiri, Persia, Moor, India, bahkan
Cina.
Campuran antara 2 masyarakat yang
berlainan kebudayaan menimbulkan pengaru terhadap kebudayaan yang telah ada dan
lahirlah kebudayaan baru. Perubahan ini akan terjadi terus-menerus dari
masa-kemasa.
Factor yang
mempengaruhi kebudayaan:
- Perkembangan teknologi
- Perubahan cara hidup
- Pengaruh lingkungan
- Pengaruh materi
- Kesenian
- Pendidikan
- Persaingan antar bangsa
- Kepadatan penduduk
- Pengaruh alam dan msh banyak lagi.
Disamping
factor-faktor diatas ada pula factor yang mempunyai pengaruh luar biasa yaitu:
Agama
Pengaruh itu
timbale balik bukan 1 arah
- Mempengaruhi kebudayaan kelompok/ masyarakat/ suku/ bangsa
- Kebudayaan cenderung merobah-robah keaslian agama sehingga menghasilkan penafsiran lain.
Dengan demikian timbul perbedaan-perbedaan pengertian
dan bisa melahirkan sekte-sekte baru pada
suatu agama. Seperti contoh perubahan jaman yang membuat ciri kenudayaan kita yang semakain berkurang, masyarakat Indonesia memiliki budaya timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai social dan sopan dalam berpakaian, namun akibat perubahan jaman ciri kebudayan kita semakin berkurang, faktor-faktor tersebut diantaranya, pakaian, film, kebiasaan, dll. Warga Indonesia gampang terpengaruh terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh budaya korea dan jepang. Gaya berpakaiannya pun di tiru padahal Indonesia adalah Negara yang mayoritas Islam apakah pantas meniru berpaikaian seperti Negara lain.
suatu agama. Seperti contoh perubahan jaman yang membuat ciri kenudayaan kita yang semakain berkurang, masyarakat Indonesia memiliki budaya timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai social dan sopan dalam berpakaian, namun akibat perubahan jaman ciri kebudayan kita semakin berkurang, faktor-faktor tersebut diantaranya, pakaian, film, kebiasaan, dll. Warga Indonesia gampang terpengaruh terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh budaya korea dan jepang. Gaya berpakaiannya pun di tiru padahal Indonesia adalah Negara yang mayoritas Islam apakah pantas meniru berpaikaian seperti Negara lain.
Sebaiknya kita harus menjungjung tinggi
kebudayaan kita sendiri, janagn gampang terpengaruh dengan kebudayaan orang
lain. Pada dasarnya agama berpengaruh terhadap kebudayaan di tiap Negara. Islam
datang dengan segala aturan yang diberikan oleh Allah SWT maka patuhilah
aturan-aturan-NYA karena semuanya telah tercatat dalam Al-quran. Begitu juga
dengan Agama lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar